Thursday, December 2, 2010

peningkatan prastasi insan

kehidupan adalah satu metafor yang tak mungkin bisa dirungkai
kehidupan juga adalah kenyataan yang melebihi realiti
di benak siapa pun, pasti ada persoalan ehwal kehidupan
hidup-nya untuk apa dan mati-nya untuk siapa
hidup-nya untuk siapa dan mati-nya untuk apa
pedih-nya bila kita tahu yang kehidupan ini tak lebih dari aturan bodoh yang terpaksa kita akur
rentetan segala prastasi yang merobek jantung dan buluh-buluh darah di segenap-nya
meskipun segala-nya ada yang tersirat, aku belum cukup rajin untuk mencari apa disebalik-nya
aku lebih suka segala-nya jelas dan terang, dan aku memilih untuk mengetahui ‘dahulu’ sebelum ‘kemudian’…
dan akhir-nya kita akan sedar, yang sebenar-nya kau dan aku telah menjadi mangsa rentetan kehidupan…

No comments:

Post a Comment